pariwisata kabupaten jember

Tekan Kecelakaan Polres Jombang Gelar Operasi Patuh

  Dibaca : 354 kali
Tekan Kecelakaan Polres Jombang Gelar Operasi Patuh
space ads post kiri

Jombang, Memo X – Mapolres Jombang Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Tahun 2017 yang dipimpin Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto di Lapangan Apel Polres Jombang. Operasi Patuh tahun 2017 akan dilaksanakan selama 14 hari mulai tanggal 9-22 Mei 2017 secara serentak di seluruh Indonesia, Selasa (9/5/2017.) Operasi Patuh 2017 ini dilaksanakan dengan mengutamakan tindakan represif berupa penegakan hukum penilangan yang terukur bagi para pelanggar lalu lintas tanpa mengesampingkan kegiatan preemtif dam preventif serta dilakukan dengan tindakan kepolisian yang humanis.

Kapolres Agung Marlianto mengatakan, ops Patuh 2017 ini dlakukan mengingat permasalahan dibidang lalu lintas telah berkembang cepat dan dinamis. Hal itu konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk yang memerlukan alat transportasi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.Disamping itu keselamatan dalam berlalu lintas sering diabaikan bahkan tidak dianggap penting.

“Kesadaraan pengguna lalu lintas masih sangat rendah, masih banyak ditemukan pengendara yang melawan arus lalu lintas serta menggunakan kendaraa bak terbuka untuk transportasi masyarakat,” ujar Agung. Hal itu terlihat dari data jumlah laka lantas Operasi Patuh 2016 sebanyak 667 kejadian mengalami peningkatan 41 kejadian atau naik 6% dibandingkan periode yang sama tahun 2015 sebanyak 626 kejadian.

Semtentara itu , Jumlah korban meninggal dunia Operasi Patuh 2016 sebanyak 82 orang, mengalami peningkatan sebanyak 7 orang atau naik 9% dibandingkan periode yang sama tahun 2015 sebanyak 75 orang. Jumlah luka berat sebanyak 109 orang mengalami peningkatan sebanyak 11 orang atau naik 11% dibandingkan periode yang sama tahun 2015 sebanyak 98 orang. Sedangkan untuk jumlah pelanggar lalu lintas operasi patuh tahun 2016 sejumlah 85.952 pelanggar meningkat 28% dari tahun 2015, jumlah tilang sebanyak 85.704 lembar dan jumlah teguran 248 teguran.

“Hasil evaluasi tersebut didominasi pelanggaran yang terjadi adalah pelanggaran kelengkapan surat-surat kendaraan, safety belt dan pelanggaran terhadap rambu/marka jalan.”Jelasnya. Selain itu ,perkembangan transportasi juga telah menginjak era digital dimana operasional order cukup menggunakan HP. Hal tersebut perlu diikuti dengan inovasi dan kinerja Polri khususnya Polantas sehingga mampu mengantisipasi segala dampak yang akan timbul dari moderenisasi transportasi tersebut

“Oleh karenanya,Sesuai amanat UU no. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, Polri diharapkan mewujudkan dan memelihara kamseltibcarlantas, meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. Serta untuk membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.Kemudian Dalam melaksanakan amanat UU, Polantas memiliki fungsi yakni edukasi,engineering (rekayasa), enforcement (penegakan hukum), identifikasi dan registrasi pengemudi dan kendaraan bermotor, pusat K3I, koordinator pemangku kepentingan lainnya, memberikan rekomendasi dampak lalu lintas dan korwas PPNS,” pungkas Agung. (ham)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional