pariwisata kabupaten jember

Gelar Inovasi Teknologi Perbenihan dan Holtikultura, Pemprov Jatim, Optimis jadi Provinsi Agro Asean 25 Tahun Mendatang

  Dibaca : 448 kali
Gelar Inovasi Teknologi Perbenihan dan Holtikultura, Pemprov Jatim, Optimis jadi Provinsi Agro Asean 25 Tahun Mendatang
Gelar Inovasi Teknologi Perbenihan dan Holtikultura, Pemprov Jatim, Optimis jadi Provinsi Agro Asean 25 Tahun Mendata
space ads post kiri

Jombang, Memo X– Gelar inovasi teknologi perbenihan tanaman pangan dan hortikultura provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan di Desa Banjarsari kecamatan Bandarkedungmulyo, resmi dibuka Gubernur Jatim yang diwakili oleh asissten bidang perekonomian Jawa Timur Dr Ir H Fattah Jassin MS, Selas (3/10/2017).

Acara tersebut diikuti oleh seluruh gapoktan dan pegiat agrobisnis sejawa Timur. Fattah Jassin menjelaskan, acara yang berlangsung selama satu minggu ini diharapkan mampu manjadi salah satu syarat untuk sebuah kualitas produk yang baik di Jawa Timur dan salah satu kesiapan pemerintah propinsi Jawa Timur mengusung Jawa Timur sebagai provinsi Agro terkemuka di ASEAN.

“Jawa timur sangat berkepentingan dalam gelar inovasi teknologi perbenihan tanaman pangan dan Hortkultura, bahwa dalam rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) 25 tahun ke depan provinsi Jawa timur harus menjadi Agro terkemuka di ASEAN,” ujar Fattah Jassin.

Gelar Inovasi Teknologi Perbenihan dan Holtikultura, Pemprov Jatim, Optimis jadi Provinsi Agro Asean 25 Tahun Mendata

Selain itu,lanjut Fattah, mengingat setiap tahun konsekuensi dari pergerakan roda ekonomi yang tidak bisa dihindari,akibatnya banyak lahan yang akan beralih fungsi, sehingga diharapkan lahan pangan beriirigasi harus benar-benar dipertahankan kalau tidak dipertahankan target kita menjadi Agro terkemuka di ASEAN dalam 25 tahun kedepan tidak bisa kita jamin.

“Investasi harus melihat kemana arah tata ruang,kalau tidak kita tidak bisa jamin 25 tahun kedepan kita bisa menjadi Agro terkemuka di ASEAN.Untuk mengatasi hal tersebut, di Jawa Timur sudah ada peraturan daerah Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan (LP2B) yang mengatur sampai ke rencana detail tata ruangnya dan itu dikendalikan langsung oleh Bupati sehingga nanti ketika ada investor yang ingin memanfaatkanya(LP2B) maka rencana detail ruang tersebut yang menjadi pegangannya.”Pungkas Fattah Jassin. (ham/yan)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional